Senin, 16 November 2015

H.I.D PROJECTOR LAMP

TENTANG H.I.D PROJECTOR

assalamualaikum.wr.wb.. .. .. ..
kali ini saya akan memposting tentang apa sih H.I.D ituuu??? dan apa sih Projector itu???
pada dasarnya H.I.D/H.I.D Projector itu adalah mekanisme sistem penerangan pada kendaran bermotor di jaman maju teknologi seperti sekarang ini,
pada awalnya sistem penerangan projector itu di gunakan untuk kendaraan roda4 atau lebih seperti mobil/truck/bus...
namun siring berkembangnya jaman,penggunaan projector sudah banyak di aplikasi pada sepeda motor,salah satunya motor ane gan
berikut penampakannya:








PROJECTOR KIT: PRIMARY PARTS & H.I.D
Ini part-part yg WAJIB ente punya untuk instalasi lampu projector di motor

(LAMP) PROJECTOR atau bahasa gaulnya: proji adalah reflektor dgn desain lebih advanced agar output cahaya sumber (bohlam halogen / HID Xenon / High-Powered LED) tetap/lebih kuat, fokus, dan teregulasi.



Pada dasarnya PROJECTOR gak beda dgn REFLEKTOR headlamp standar kendaraan bermotor, hanya aja bowl projector didesain lebih advanced sebagai reflektor. Cahaya terpantul menembus lensa projector sehingga menghasilkan output cahaya yg lebih luas dan jauh.

Model/tipe projector cukup banyak, mulai OEM (pabrikan mobil) hingga non-OEM / replika ... Bbrp yg umum diminati:
 Reflector atau bowl, fungsinya untuk memantulkan cahaya ke arah lensa projector. Desain reflector sangat menentukan output cahayanya. Reflector yg bagus bisa memantulkan cahaya sebanyak mungkin. Makin banyak cahaya yg bisa dipantulkan menembus lensa, makin terang output cahayanya.

Lens berupa lensa cembung 1-sisi (plano-convex) berbahan kaca. ***definisi lengkapnya rada2 lupa -- pelajaran SMA ***
Tanpa LENSA, projector GAK BEDA ama batok lampu kendaraan pada umumnya
Gak cuma polos (clear lens), lensa proji ada jg yg memiliki guratan2 berpola, misal: FRESNEL dan DOTTED. Pola ini bukan hiasan, tp berfungsi untuk 'mengendalikan' arah cahaya.
Shield alias "tameng" atau "perisai" berbahan plat metal untuk meregulasi (membatasi) cahaya yg bakal melewati lensa. Ada 2 macam shield berdasarkan positioning-nya:
  • Unmovable-shield, po sisinya statis, biasanya terpasang paten di bodi reflector.
  • Movable shield atau Cut-Off Shield, posisinya yg bisa bergerak (buka/tutup, turun/naik) untuk membatasi sebagian cahaya. Shield inilah yg bikin fungsi layaknya "low-beam" & "hi-beam" pada projector. Projector yg memiliki fungsi ini biasanya disebut Projector Bixenon.

Solenoid sebagai mekanikal untuk menggerakkan 'movable-shield' buka & tutup atau naik & turun. Solenoid bekerja secara elektromekanik/elektromagnetik: listrik mengalir ke kumparan solenoid, terbentuk energi magnet, dan energi magnet menarik batang logam (plunger) yg terhubung & menarik 'movable-shield'. Saat aliran listrik diputus, energi magnet pun hilang, 'plunger' kembali terdorong ke atas oleh pegas, sehingga 'shield' kembali bergerak naik.
BALLAST sebagai inverter (mengubah listrik DC ke AC), constant-regulator, dan multiplier voltase. HID Xenon butuh suplai listrik sangat besar (hingga puluhan ribu volt) untuk bisa menyala optimal. Karena itu rata2 HID memerlukan ballast untuk menaikkan suplai dari sumber (batere/aki) hingga mencapai range voltase & ampere sesuai yang diperlukan bulb HID.

Prinsip kerja ballast: suplai input (dari aki/batere) dikonversi menjadi 'pulse' & di-multiply hingga puluhan KV (kilovolt), dan kemudian dialirkan menuju bulb HID.
BULB atau bohlam berjenis Halogen atau HID (High-intensity discharge) Xenon, sebagai sumber cahaya.

Arc tube, tabung bola kaca pada bulb HID merupakan tempat terjadinya 'burning' gas xenon dgn voltase listrik sangat tinggi -- kira2 setara dgn api busi -- hingga timbul pendaran cahaya yg cukup terang.
Bulb tipe (H1, H3, H4, H6, ...) adalah model bulb berdasarkan bentuk soket/terminal/konektor bulb ... sedikit banyak mempengaruhi desain/bentuk bulb itu sendiri.
Umumya di dalam kontroller / cable set udah termasuk RELAY dan beberapa komponen lain seperti diode bridge, juga fuse/sikring.

Wiring Extension adalah kabel tambahan antara ballast dan bulb agar ballast & projector bisa diposisikan lebih jauh.
Adapter D2S-to-AMP adalah kabel adapter socket-ke-socket, misal ballast bersoket D2S dgn bulb bersoket H1 harus menggunakan adapter ini.
PROJECTOR KIT: SECONDARY PARTS
Beberapa part ini masih berhubungan dgn retrofit & lamp projector, tp gak mempengaruhi kinerja projector.


SHROUD bisa dikatakan sebagai cover projector. Terdiri dari berbagai desain & ukuran.
Meski gak 100% mempengaruhi output projector secara langsung, tp sedikit/banyak shroud membantu memilimalisir "polusi" cahaya yg keluar dari sisi projector ...



ANGLE EYE (AE) / DEVIL EYE (DE) yg jelas gak mempengaruhi output projector karena hanya sebagai "variasi" cahaya yg membuat tampilan projector terkesan lebih manis atau sangar




AE berupa variasi cahaya melingkar (ring light), sedangkan DE berupa cahaya pendar di balik lensa projector. Jadi AE & DE sebenarnya cuma beda di penempatannya aja

AE biasanya diposisikan di luar/depan shroud (outer AE) ataupun di dalam/balik shroud (inner AE).

AE / DE bisa berupa CCFL (Cold-Cathode Fluorescent Lamp) atau LED (Light Emitting Diode). Tersedia dlm berbagai ukuran (diameter) dan warna ...
 






HEADLAMP REFLECTOR atau biasa disebut "batok lampu" Kadang disingkat "HL" (headlamp).

Proji, kebanyakan gak dirancang tuk semua kendaraan, terutama motor. Karena itu butuh sedikit modifikasi bagaimana memasang proji ke dalam headlamp refector. Nah, trik inilah yg dikenal sebagai RETROFIT


Setelah retrofit, headlamp reflector gak lagi berfungsi sebagai 'reflektor', melainkan hanya sebagai "dudukan" projector.
TERMINOLOGI RETROFIT PROJECTOR
Beberapa istilah "aneh" lainnya seputaran retrofit projector FR2

AHO = Automatic Headlamp ON = lampu headlamp otomatis menyala ketika kendaraan dinyalakan. Aplikasinya, dgn mem-bypass saklar on/off headlamp

Blank Spot: Area yang gak terpapar cahaya (beam pattern).

Color band: Degradasi warna cahaya pada "cut-off" dgn mengubah alignment bulb dan/atau shield. Kalo mata kita pas di area 'cut-off', maka cahaya proji nampak berwarna sesuai color band yg dihasilkan ... biru atau pelangi.
Color temperature atau temperatur warna cahaya yg kasat (tampak) oleh mata ---tentunya mata manusia -- diukur dlm Kelvin (K). Meski mata manusia sensitif terhadap warna, namun warna cahaya gak mempengaruhi terang/redupnya suatu cahaya.
Cut-off: Batas cahaya output hasil regulasi/limitasi shield projector.
DAE: Double Angel Eye (AE) = 2 Angel Eye dlm 1 (shroud) projector. Biasanya 1 di luar & 1 di dalam shroud.
DRL = Daytime/Daylight Running Lamp/Light = lampu ekstra di sisi depan kendaraan yg dinyalakan khusus tuk siang hari demi keamanan/keselamatan berkendara (yup, karena mata manusia lebih "awas" terhadap cahaya)
DRL bukan AHO (Automatic Headlamp ON)

Facelift: Modifikasi 'tampang' ... tentunya tampang motor
Misal: Ninja 150R dgn headlamp bunder di-facelift dgn batok lampu Satria FU.

Fullwave = FW, dalam proses konversi listrik AC ke DC (rectifying), adalah mengkonversikan seluruh pola gelombang input (AC) menjadi satu polarity konstan (positif DC atau negatif DC). Ada yg nyebut "full DC" atau diplesetin dgn istilah "pulwep".
HID = Lampu High-Intensity Discharged adalah lampu yg menghasilkan cahaya melalui busur listrik (loncatan listrik -- kalo pernah liat api busi, seperti itulah visualnya ) antara elektroda yg ada di dlm 'arc tube' berbahan kaca kuarsa atau alumina. 'Arc tube' berisi gas (salah satunya gas Xenon -- sehingga disebut HID Xenon) dan garam logam (metal halida). Gas 'menjembatani' awal terjadinya lompatan listrik. Setelah busur listrik terbentuk, garam logam memanas & menguap membentuk plasma. Plasma inilah yg menaikkan intensitas cahaya yang dibentuk oleh busur listrik dan menurunkan konsumsi listrik.
Kaca terluar lampu HID, yg terbuat dari silika/kuarsa, mencegah radiasi UV yg dpt melelehkan plastik Jg melindungi 'arc tube' dari kotoran seperti minyak/lemak yg merusak proses pembentukan plasma.

Dibanding bohlam pijar seperti lampu halogen, lampu HID menghasilkan lebih banyak cahaya dibandingkan radiasi panasnya pada konsumsi listrik yg sama. Sedangkan bohlam pijar lebih banyak radiasi panasnya dibanding intensitas cahayanya.

Sama seperti neon, lampu HID memerlukan BALLAST untuk membentuk & terus menyalakan busur listriknya, yaitu dgn pulsa listrik bertegangan tinggi (hingga puluhan ribu volt), terutama di saat penyalaan

Hot Spot: Area yang terpapar cahaya lebih banyak/terang.

HTR = High Temperature Resistant = Tahan Suhu Tinggi.

LHD = Left-Hand Drive = Kemudi (mobil) di sisi kiri kendaraan. Bisa jg diartikan pemakai lajur kanan dlm jalan 2 arah, seperti di Amerika. Dlm projector, LHD berarti cut-off cahaya output di sisi kiri lebih rendah dari sisi kanannya. Lawan LHD => RHD.

Lumen (lm): Banyaknya cahaya (kasat mata) yg dipancarkan oleh sumber cahaya (singkatnya: tingkat kekuatan cahaya). Misal, bulb HID 35W 4300K 3200lm -- artinya 'kekuatan' cahayanya adalah 3200 lumens.
Secara matematis, 1 lumen = banyaknya cahaya pada area 1 square foot (ft²) yg berjarak 1ft dari sumber cahaya.
Lumens per square meter (lm/m²) adalah seberapa banyak cahaya di area 1 m².
Pancaran cahaya sebesar 1000 lumens yg terkonsentrasi ke area seluas 1 m² akan menerangi area tsb dgn tingkat pencahayaan sebesar 1000 lux.
Pancaran cahaya yg sama, pd area 10 m² hanya akan menghasilkan tingkat pencahayaan lebih rendah, 100 lux.

Secara matematis, 1 lux = 1 lumens/square meter -atau- 1 lx = 1 lm/m²

Jd, cahaya dari bulb HID 3200 lumens yg dilihat dari jarak 1 meter, gak bakal keliatan sama terang jika dilihat dari jarak 200 meter
Retrofit: Trik pemasangan projector ke batok headlamp. Cenderung membutuhkan skill, ketelitian dan kesabaran. Adakalanya diproses lebih variatif & lebih berseni ... jd seorang retrofer = MAESTRO

RHD = Right-Hand Drive = Kemudi (mobil) di sisi kanan kendaraan. Bisa jg diartikan pemakai lajur kiri dlm jalan 2 arah, seperti lalin di Indonesia. Dlm projector, RHD berarti cut-off cahaya output di sisi kiri lebih tinggi dari sisi kanannya. Lawan RHD => LHD.
Adakalanya terjadi kerusakan di wiring (kabel) set HID/projector. Entah kabel sobek/putus, relay rusak, dsb. Akibatnya, suplai listrik ke ballast gak maksimal atau gak ada sama sekali, HID/projector gak nyala dgn benar, dll.

Mau beli baru, gak mudah dapetnya
Lantas, knp gak bikin sendiri? Modalnya simpel:
  • 1x Relay SPST (4-kaki) atau SPDT (5-kaki) kapasitas 8A atau lebih (sesuai spek ballast) serta soket & skun/terminal kabelnya
  • 1x fuse 20A + holder
  • 2x Diode 1A, tipe 1N400x (x = 1, 2, 3, 5, 7)
  • 1x Plug AMP power-in ballast -- kalo gak dapet, gunakan plug yg ada di kabel set lama
  • Wiring tap connector, secukupnya
  • Kabel secukupnya 

Daftar Harga Lampu Proyektor Motor Terbaru 2015

Projector AES FXR 3.0 Inch D2SSingle Angel Eye
Satu Set dengan Bulb 45 W D2S, Kabel Set HID Ballast 35 Watt R8 Grade A Type AC, Inventer, Angel Eye, Shroud, Lens Projector Rp. 950.000
Lampu Projector 2.5 Inch Luminous Single Angel Eye dan Demon Eye
Satu Set dengan Driver Demon Eye, Inventer Angel, Kabel control HID, Demon Eye, Angel Eye, Ballast HID, Lampu dan Prrojie HID : Rp. 700.000
Lampu Projector AES MH1 2.5 InchDouble Angel Eye dan Devil Eye
Satu Set dengan Inventer CCFL, Kabel Control, Ballast, Lampu HID, Shroud Double Angel Eye dan Devil Eye : Rp. 750.000
Daftar Harga Lampu Projector 2.3 Inch Lens Terbaru 2015
Lampu Projector Double Angel Eye Kawasaki Ninja 250 R : Rp. 825.000
Lampu Projector Double Angel Eye Yamaha Vixion : Rp. 825.000
Lampu Projector Double Angel Eye Suzuki Satria FU 150 : Rp. 825.000
Lampu Projector Double Angel Eye Honda CBR 250 R : Rp. 825.000
Lampu Projector Double Angel Eye Honda Verza : Rp. 825.000
Lampu Projector Double Angel Eye Yamaha Byson : Rp. 825.000
Daftar Harga Lampu Projector 2.5 Inch Lens Terbaru 2015
Lampu Projector Double Angel Eye Mio Soul GT : Rp. 800.000
Lampu Projector Double Angel Eye Matic Honda Beat Rp. 800.000
Lampu Projector Double Angel Eye Matic Honda Vario Rp. 800.000
 
ok,demikiann sekilas tentang Projectorlamp H.I.D semoga postingan kali ini bisa membantu,barang kali ada yang sedang mencari referensi atau sekedar penasaran tentang apa si projector lamp itu..
terimakasih sampai jumpa di postingan berikutnya...
wassalamuaalaikum.wr.wb....
SUMBER : http://rizalangels.blogspot.co.id

Minggu, 15 November 2015

ALIRAN UANG (CASH FLOW)

CASH FLOW
1.PENGERTIAN
Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :
• Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
• Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
• Ketiga, capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang..
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)
b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.
2 KETERBATASAN
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b) Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.
3 MANFAAT
Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
3) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya
.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:
1. Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan.
2. Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan
3. Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi deficit.
CONTOH SOAL
Berikut ini adalah estimasi penerimaan dan pengeluaran perusahaan PT. Usaha Anda yang bergerak dibidang industri makanan dalam waktu enam bulan.

Untuk menyusun proyeksi arus kas untuk bulan January sampai dengan bulan juni, dilakukan dengan asumsi sebagai berikut :
• Saldo kas awal Rp 10,000,000
• Saldo kas minimum yang harus dipertahankan sebesar Rp 10,000,000/bulan
• Platfond pinjaman yang diberikan oleh bank adalah sebesar Rp 50,000,000 dengan bunga 10 % flat jangka waktu 1 tahun, tetapi pencairannya sesesuaikan dengan kondisi arus kas pada perusahaan.
ESTIMASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN
PT.USAHA ANDA
Periode januari – February 2006
(dalam jutaan rupiah)
ASUMSI PENERIMAAN

ASUMSI PENGELUARAN

Dari asumsi penerimaan dan pemasukan yang akan didapat pada enam bulan mendatang maka dapat disusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dibawah ini :

Setelah menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran, dapat terlihat bahwa pengeluaran pada bulan January lebih besar dari penerimaannya, sehingga perusahaan mengalami deficit sebesar Rp 2,000,000. untuk menutupi deficit tersebut perusahaan menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh bank. Besarnya pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan, dalam hal ini maka untuk menjaga saldo kas minimum yang harus dipelihara perusahaan maka perusahaan menggunakan pinjaman dana sebesar Rp 2,000,000 dengan syarat ketentuan diatas. Untuk melihat apakah perusahaan tersebut fleksibel atau tidak maka dapat dilihat estimasi cash flow di bawah ini :

Dari estimasi tersebut, kas perusahaan menunjukan hasil yang surplus dan perusahaan dapat mengembalikan pinjaman bank sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan pada akhirnya perusahaan tersebut secara financial dapat dikatakan flexible.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita lihat manfaat dari cash flow
1. Cash flow merupakan alat pengkontrol keuangan perusahaan dan sebagai alat ukur keberhasilan dalam mencapai target yang di tetapkan, dapat juga digunakan sebagai alat penaksir kebutuhan di masa yang akan datang..
2. Dalam penyusunan cash flow harus diperhatikan yang mana saja yang dapat mempengaruhi dan yang tidak dapat mempengaruhi contoh; pengakuan adanya kerugian piutang, adanya pengkuan atau pembebanan depresiasi, adanya pembayaran stock defidend merupakan sesuatu yang tidak mempengaruhi cash flow.
3. Bagi kreditor atau bank dengan laporan cash flow dapat menilai kemampuan perusahaan dalam mambayar bunga atau mengembalikan pinjamannya.
4. Pada intinya aliran cash flow dengan sumber-sumber dan penggunaan dana adalah sama dan perhitungan penerimaan cash flow hanya memasukan penjualan secara tunai sedangkan hasil penjualan kredit baru akan dimasukan setelah benar-benar diterima secara tunai.
5. Dalam penerapannya sebelum membuat cash flow, tentukan besarnya kas minimum yang tersedia (safety cash balance), apabila pada estimasi cash out flow lebih besar dari pada cash flow in maka akan terjadi deficit. Salah satu cara untuk menutup deficit tersebut adalah dengan mengajikan pinjaman ke bank
6. Asumsi merupakan suatu konsep dasar yang harus diterapkan walau pun angapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, semakin banyak anggapan yang digunakan (pada umumnya tidak sesuai kenyataan) akan banyak kelemahan pada analisa tsb

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwasanya semua kegiatan investasi dimulai dan diukur dengan uang dan waktu. Oleh karena itu, perhitungan kelayakan investasi didasarkan pada aliran uang masuk (cash flow) dan nilai uang yang dikaitkan dengan waktu (time value of money). Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber yang ada. Yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasi keuntungan yang akan diperoleh pada masa-masa yang akan datang. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu perlu dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan.
Dalam membuat estimasi pendapatan yang akan diperoleh dimasa yang akan datang perlu dilakukan perhitungan secara cermat dengan membandingkan data dan informasi yang ada sebelumnya. Begitu juga dengan estimasi biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama periode tertentu, termasuk jenis-jenis biaya yang akan dikeluarkan perlu dirinci serinci mungkin. Semua ini tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnya akan dituangkan dalam aliran kas (cash flow). Jadi cash flow merupakan aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mengambarkan berapa uang yang masuk (cash in) keperusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut juga menggambarkan uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Dengan dibuatnya aliran kas perusahan ini, hal ini dapat memudahkan para investor untuk dapat menilai kelayakan investasi secara finansial.
Ada 2 cara dalam menghitung cash flow, yaitu:
1.      Kas Masuk Bersih= EAT+ Penyusutan.
Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal sendiri.
2.      Kas Masuk Bersih= EAIT+Penyusutan+Bunga (1-tax)
Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal pinjaman.
Contoh Cash Flow
Uraian
Menurut lap. Akuntansi
Keterangan
Arus Kas
1. Pendapatan
Rp. 400 juta
Kas Masuk
Rp. 400 juta
2. Biaya-Biaya
    -Total Biaya
    -Penyusutan
Rp. 200 juta
Rp. 100 juta
Kas Keluar
Kas Masuk
Rp. 200 juta
Rp. 100 juta
3. Laba Sebelum pajak (EBT)
Rp. 100 juta
4. Pajak 50%
Rp.  50 juta
Laba Setelah Pajak (EAT)
Rp. 50 juta
Cash flow = EAT+Penyusutan         = 50 juta + 100 juta
                                                                        = 150 juta
Catatan:
EBT = Earning Before Tax (Laba Sebelum Pajak)
EAT = Earning After Tax (Laba Setelah Pajak)
            Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan hendak melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan dari laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keuangan yang dinilai biasanya adalah neraca dan laporan laba rugi untuk beberapa periode (Kasmir & Jakfar, 2005:137).
b. Net Present Value
Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Berbeda
Suatu perusahaan (asumsi) sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta selama 5 tahun, dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 20 %, perkiraan arus kas (cash flow) pertahunnya sebagai berikut:
Tahun
Arus kas
1
17.500.000
2
19.000.000
3
20.500.000
4
22.000.000
5
24.500.000
Hitunglah keuntungan perusahaan tersebut dengan menggunakan analisis NPV!
Rumus.
                  CF1     CF2        CF3              CFN
PV   =               +             +           +….+              - OI
                             (1+i)1   (1+i)2    (1+i)3             (1+i)n
NPV=    ∑ PV Cash flow – Nilai Investasi (Original investment)
Tahun
(1)
Cash Flow
(2)
Interest Rate
(3)
Present Value
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 17.500.000
0,833
Rp. 14.577.500
2
Rp. 19.000.000
0,694
Rp. 13.186.000
3
Rp. 20.500.000
0,579
Rp. 11.869.500
4
Rp. 22.000.000
0,482
Rp. 10.604.000
5
Rp. 24.500.000
0,402
Rp. 9.849.000
Total present value
Original investment
Rp. 60.086.000
Rp. 50.000.000
Net Present Value
Rp.10.086.000
Berdasarkan kriteria NPV, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima karena NPV-nya positif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan present value cash flow sebesar Rp. 10.086.000
Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Sama
Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta dengan arus kas (cash flow) Rp. 25 juta pertahun sebesar Rp.  juta selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 20 %.
Tahun
(1)
Cash Flow
(2)
Intrest Rate
(3)
Present Value
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 25.000.000
0,833
Rp. 20.825.000
2
Rp. 25.000.000
0,694
Rp. 17.350.000
3
Rp. 25.000.000
0,579
Rp. 14.475.000
4
Rp. 25.000.000
0,482
Rp. 12.050.000
5
Rp. 25.000.000
0,402
Rp. 10.050.000
Total present value
Original investment
Rp. 74.750.000
Rp. 50.000.000
Net Present Value
Rp. 24.750.000
Berdasarkan kriteria NPV, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima kerena NPV-nya positif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan present value cash flow sebesar Rp. 24.750.000
c. Profit Sharing
Dari contoh diatas. Disini peneliti ingin mengadakan perbandingan dalam menilai kelayakan investasi melalui contoh yang sama dengan menggunakan analisis Profit Sharing, dengan tetap melihat perkiraan cash flow.
 Contoh:
Suatu perusahaan (asumsi) sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta selama 5 tahun dengan nisbah bagi hasil 80:20, perkiraan arus kas (cash flow) pertahunnya sebagai berikut:
Tahun
Arus kas
1
17.500.000
2
19.000.000
3
20.500.000
4
22.000.000
5
24.500.000
Hitunglah keuntungan perusahaan tersebut dengan menggunakan analisis profit sharing!
Tahun
(1)
Cash flow
(2)
Nisbah Bagi Hasil
(3)
Profit Sharing
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 17.500.000
0,2
Rp. 3.500.000
2
Rp. 19.000.000
0,2
Rp. 3.800.000
3
Rp. 20.500.000
0,2
Rp. 4.100.000
4
Rp. 22.000.000
0,2
Rp. 4.400.000
5
Rp. 24.500.000
0,2
Rp. 4.900.000
Total Profit
Jumlah Investasi
Rp. 20.700.000
Rp. 50.000.000
Profit Sharing
Rp. -29.300.000
Berdasarkan analisis Profit Sharing, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya ditolak, karena jumlah Profit Sharing lebih kecil dari jumlah investasi. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan profit sharing cash flow sebesar Rp. -29.300.000
Namun, dalam analisis profit sharing besar kecilnya nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara bersama dengan berlandaskan prinsip keadilan. Artinya dalam hal ini, pihak investor dapat menawar kembali jumlah nisbah tersebut. Misalnya, berdasarkan kesepakatan antara pihak pengelola dana dan pihak pemberi dana terjadi kesepakatan nisbah bagi hasil 50:50
Tahun
(1)
Cash flow
(2)
Nisbah Bagi Hasil
(3)
Profit Sharing
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 17.500.000
0,5
Rp. 8.750.000
2
Rp. 19.000.000
0,5
Rp. 9.500.000
3
Rp. 20.500.000
0,5
Rp. 10.250.000
4
Rp. 22.000.000
0,5
Rp. 11.000.000
5
Rp. 24.500.000
0,5
Rp. 12.250.000
Total Profit
Jumlah Investasi
Rp. 51.750.000
Rp. 50.000.000
Profit Sharing
Rp. 1.750.000
Berdasarkan analisis profit sharing dengan nisbah 50:50, jumlah profit adalah Rp. 1.750.000. Artinya, jika proyek investasi ini terjadi investor akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.750.000 
Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Sama
Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta dengan arus kas (cash flow) Rp. 25 juta pertahun sebesar Rp.  juta selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan dengan nisbah bagi hasil 80:20.
Tahun
(1)
Cash flow
(2)
Nisbah Bagi Hasil
(3)
Profit sharing
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
2
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
3
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
4
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
5
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
Total Profit
Jumlah Investasi
Rp. 25.000.000
Rp. 50.000.000
Profit Sharing
Rp. -25.000.000
Berdasarkan kriteria Profit Sharing, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya ditolak kerena Profit-nya negatif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan profit sharing cash flow sebesar Rp. -25.000.000
Akan berbeda hasilnya, jika dengan contoh yang sama, namun besaran nisbah bagi hasilnya 60:40,
Cash flow = 25.000.000 x 0,4 = 10.000.000
Waktu investasi = 10.000.000 x 5 = 50.000.000
Artinya, jika proyek investasi tersebut diterima, dengan nisbah bagi hasil 60:40 jumlah antara profit dan modal itu sama (impas).
            Penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan NPV, yang mengedepankan analisis kelayakan finansial, tentu akan menolak proyek investasi dengan nilai cash flow bersih yang lebih kecil dari modal, karena pihak investor akan mengalami kerugian. Akan tetapi, dalam prinsip Islam, investasi seharusnya tidak dengan menentukan keuntungan dimuka, tapi dilakukan melalui bagi hasil baik dalam keadaan untung maupun situasi rugi (profit and loss sharing). Prinsip ini lebih menjunjung keadilan, karena hasil akhir suatu kegiatan bisnis sebenarnya tidaklah pasti. Bila penentuan keuntungan dimuka, maka kemungkinan besar salah satu pihak akan mengalami kerugian, sedangkan Islam menghendaki dilakukannya perhitungan bagi hasil secara adil dengan melibatkan penyedia dana maupun pelaku aktivitas usaha.
            Di samping itu, penilaian keberhasilan suatu usaha tidak saja ditentukan oleh peningkatan prestasi ekonomi dan finansial saja, akan tetapi keberhasilan itu harus diukur pula melalui tolak ukur moralitas dan nilai etika dengan landasan nilai-nilai sosial dan agama. Dalam Islam, semua ketentuan hukum dan norma telah diatur oleh al-Qur’an dan Hadits yang menjadi pedoman dalam bermuamalah. Dari kedua sumber tersebut terbentuklah pilar-pilar yang menjadi landasan normatif etika investasi. Setidaknya ada empat landasan etika yaitu landasan tauhid, landasan keadilan dan keseimbangan, landasan kehendak bebas dan landasan pertanggung jawaban. Walaupun masing-masing mempunyai penjabararan yang beragam, akan tetapi saat ini telah dijadikan konsensus sebagai makna bagi persepektif aktivitas sosial ekonomi masyarakat muslim, salah satunya adalah etika investasi (Nadjib, 2007: 8).
            Melalui aktivitas ekonomi, manusia dapat mengumpulkan harta sebanyak mungkin, akan tetapi kesemuanya itu tetap dalam batas –batas yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, keimanan memegang peranan penting dalam ekonomi Islam, karena keimanan akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian manusia. Islam membolehkan untuk memperkaya diri, meskipun demikian Islam menentukan pula bagaiman cara yang baik untuk memilikinya. Islam juga mengizinkan individu untuk mengelola kekayaan yang menjadi miliknya, akan tetapi Islam telah menentukan cara-cara mengelolanya dengan baik sehingga terjadi sirkulasi kekayaan pada semua anggota masyarakat dan mencegah terjadinya konsentrasi ekonomi hanya pada segelintir orang.
            Setiap insan mempunyai tanggung jawab terhadap Allah, terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan lingkungannya. Dalam hal ini manusia menjadi pusat sirkulasi manfaat ekonomi untuk mencapai kesejahteraan. Satu hal yang dapat menimbulkan dampak serius pada kesejahteraan adalah pemahaman bahwa seluruh sumber daya yang di muka bumi ini adalah milik Allah SWT, dan memanfaatkan sumber daya dalam aktivitas ekonomi merupakan bentuk ibadah untuk menjalan amanah dari Allah SWT, kepada kita sebagai khalifah dimuka bumi ini.